“Syukuri saja, nanti Allah tambah? Manipulasi Teologis Untuk Menutupi Eksploitasi.”

Sejak lama saya pengen nulis tentang hal ini, karena seringkali banyak yang mengucapkan kalimat ini dengan entengnya. Seringkali terjadi kerancuan antara Syukur, Qana’ah (Old javanese says “Nrimo Ing Pandum”), dan Ridha al-Zulm (Rela pada kezaliman)

Bebas Dulu, Baru Bersyukur
Ayat “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambah” (QS. Ibrahim: 7) itu kelanjutan dari ayat sebelumnya (Ayat 6). Konteksnya : Nabi Musa menyuruh Bani Israil bersyukur SETELAH mereka dibebaskan dari perbudakan Fir’aun. Saya gak bilang kalian yang gak bisa berlaku adil itu Fira’un loh ya.. 😀
Jadi, syarat bersyukur itu kemerdekaan dan keadilan. Memaksa orang bersyukur saat masih ditindas itu menyalahi konteks sejarah ayat ini.

Siapa ini yang menindas dan yang ditindas Gus Jo? 😛
Klo menurut keyakinan saya, yang menindas ya orang yang bisa dan biasa dengan entengnya menggunakan kata bersyukur kepada orang yang haknya tidak diberikan secara adil.

Fenomena ini disebut : Manipulasi Teologis. Ketika kamu mengeluh soal gaji atau tunjangan yang berkurang dan tidak sesuai dengan beban kerja kalian (termasuk karena keahlian dan resiko) dan atasanmu menjawab dengan dalil agama, itu bukan nasihat. Itu tak lebih sebuah cara membungkam kritik.

Masalahnya digeser : dari “Gaji dan tunjangan turun, padahal beban kerja saya lebih berat” menjadi “Hatimu yang kurang bersyukur” Ini membuat kamu merasa bersalah (guilt-trip) menuntut hakmu sendiri. Jahad bukan?

Diam Bukan Berarti Saleh
Banyak yang salah paham. Qana’ah = Gaya hidup sederhana (gak boros). Syukur = Menggunakan nikmat untuk kebaikan.

Tapi Islam melarang Ridha bi al-Zulm (Rela pada kezaliman). Jika gaji dan tunjanganmu diturunkan, protes dan menuntut hak adalah bentuk ibadah (Amar Mak’ruf Nahi Mungkar), bukan tanda kurang iman! 😀

Syukur Sejati Itu Membebaskan
Jangan mau dibungkam pake ayat. Tuhan itu Maha Adil, Tuhan tidak menyuruh hamba-Nya bersyukur diatas perut lapar akibat keserakahan orang lain.
Perjuangakan hakmu. Karena dengan mendapatkan gaji dan tunjanganmu yang adil, kamu baru bisa benar-benar bersyukur dengan tenang. 🙂

Ini menurut keyakinan saya loh ya… 😀


@Trawas
Minggu, 8 Februari 2026
06.13 AM

How to Hack POB (Presensi Online Bojonegoro) a.k.a. SI-KEPO

Menjelang akhir tahun (wes November kih!) Dinas Kominfo Pemkab Bojonegoro merilis aplikasi Presensi Online Bojonegoro (POB) baru untuk Android & iOS, untuk menggantikan aplikasi yang sudah EoL (End of Lumayan cuan). 😀

Kemudian banyak WA masuk, mas ini kok keluar error begini? Gimana cara benerinnya? (baca : cara hacknya) 😀

Waini, aplikasi ini pastinya sudah dilengkapi fitur keamanan berlapis, jadi menjalankan aplikasi ini di mode pengembang tidak diijinkan. Karena di mode pengembang kita bisa menjalankan aplikasi mock location (lokasi palsu, bukan alamat palsu 😀 ) seperti FakeGPS dan sejenisnya. Tentunya ini sudah diantispasi oleh programmer (ini in house/office loh bikinnya, bukan programmer abal-abal pihak ke-3 yang kejar cuan seperti sebelumnya). Banyak fitur keamanan ditanam di aplikasi ini, seperti App Security & API Protection SDK, freerasp 7.3.0 dan plugins security lainnya. (Saya cuman mengalisa saja! 😀 )

Kemudian yang sempet menjadi trending topic adalah Quote yang muncul pada aplikasi tersebut. Menurut tim pengembang, salah satu targetnya adalah “Perbaikan Akhlak” yang selama ini hanya slogan pada banner. Wkwkwkkwkwk..

Lha how to hack-nya mana masbro?!

Wes gini aja, besok bangun pagi, jangan lupa mandi minimal cuci muka, trus otw kerja. Kemudan jangan lupa absen dan sarapan, karena itu penting. 😀

Ngopi juga penting! 😀

“Security is a process, not a product.” — Bruce Schneier

Paribasan “Kirik Nguntal Sabun”

Kli ini saya nulis dengan judul bahasa jawa. Kesannya kasar sih, tapi ini sudah diperhalus dari sebutan sejenis yang populer di Suroboyo dan sekitarnya (baca : *su 😀 ). Kadang istilah yang konyol kayak ini paling efektif untuk menyampaikan sebuah pesan, daripada yang sudah biasa dipake. Coba bayangkan klo ada kirik nguntal sabun, secara riil kemungkinan kecil bakal terjadi ada anjing makan sabun, pasti berbusa itu mulutnya. Hahahahaha…

Kirik nguntal sabun,
Dalam kehidupan nyata, seringkali kita melihat orang yang pinter ngomong, saking pinternya sampe mulutnya berbusa. Tapi dengan berjalannya waktu akan terlihat aslinya klo cuman pinter ngomong doang. Susah juga sih ngadepin orang manipulatif kek gini, karena saking pinternya ngomong bisa memutarbalikkan fakta, apalagi dengan tameng sok religius. Kan ya fcvk deh!!! 😀

Sore tadi saya diskusi dengan seseorang, beliau habis menerima curhatan tentang “standar yang terlalu tinggi” saya. Saya terima kritikan itu sebagai masukan yang bagus, sebagai “self reminder” saya. Sempet juga saya berikan klarifikasi dan penjelasan ke beliaunya terhadap selama ini yang terjadi.

Kemudian saya lanjut diskusi dengan orang berbeda ditempat lain, karena saya masih penasaran dengan kalimat “standar yang terlalu tinggi.” Dia bilang, iya mas dulu aku nggak nyambung dengan yang kmu bahas, tapi setelah aku berusaha ngikuti/belajar ternyata bener yang kmu omongin. Levelmu dulu terlalu tinggi buatku. Mungkin itu maksudnya. Tapi situasi yang kmu hadapi beda, kmu berhadapan dengan :
– Orang yang gak paham tapi sok paham (mungkin takut kehilangan peran)
– Orang yang gak paham tapi ndak mau dipahamkan (mungkin karena ego atau gengsi)

Masuk akal juga sih pendapat dia, tapi ya sudahlah… Wong selama ini omongan saya juga diabaikan. Lebih suka dengerin omongan orang yang kompetensi dan pengalamannya ndak jelas, hanya berdasar klaim yang ndak bisa dibuktikan. Klo sekarang kesulitan, masak ya salah saya toh…

FYI, untuk ngurus IT itu harus bener-bener standar, terutama masalah cyber security. Klo masih pake teknologi yang sudah mulai ditinggalkan, resiko ditanggung sendiri, masak saya lagi. Hehehehehe….

Calendar

February  2026
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28