Kehilangan Passion dan Semangat

Sekian lama saya berkutat dengan Server, Linux, Firewall dan Script. Meluangkan waktu istirahat dan libur untuk memastikan semua bekerja dengan baik. Bukan satu dua server saja yang setiap saat harus saya cek, puluhan. Bukan satu dua baris log saja yang harus saya plototi di server dan firewall, ratusan bahkan ribuan. Meski berat, tetap bisa saya nikmati tugas tersebut dengan semangat, karena ini passion saya. Apabila semuanya running well itu adalah bukti klo kita ada dan bekerja, dan ada kepuasan tersendiri.

Tapi pagi ini saya tersadar, semangat dan passion itu sekarang entah kemana. Entahlah, kondisi apa yang sedang saya hadapi dan jalani. Apa yang saya kerjakan sama sekali tidak ada appreciate, pekerjaan kita tidak terlihat, tapi klo ada masalah pasti di-paido-. Saat ini kerjaan sudah bener-bener overload, dan saya single fighter. Hanya orang-orang-orang yang dzholim yang masih memaksa saya mengerjakan pekerjaan besar lainnya.

Belum lagi seringkali jadi sasaran tuduhan, orang IT susah diajak komunikasi. Helloooo…. coba pikir, seringkali kami memberikan saran dan masukan, tapi apa pernah didengar?. Justru yang didengar adalah pembual-pembual yang tersertifikasi mulutnya bukan otaknya. — maaf saya kasar — 

Apa itu definisi dari susah diajak komunikasi???

EGO dan SOK TAU itu merusak kawan!!!

Seringkali hal-hal yang sudah bisa kita prediksi hasilnya menjadi kenyataan, miris sebenarnya karena tidak bisa mencegah itu terjadi. Saran dan masukan hanya diterjemahkan dan diterima sebagai suatu hal yang subjektif.

Apakah hal-hal seperti ini akan terus dibiarkan terulang???

Seringkali pembual-pembual  tanpa dasar keilmuan dan pengalaman yang jelas lebih didengarkan, meskipun hasilnya sudah terbukti nggladrah. Amazing ! 🙂

 

RuangKerja Rumah
1 Desember 2018

Analogi Ember Bocor

Pagi ini tiba-tiba pikiran terusik dengan sebuah diskusi kemaren, ada yang masih saja berargumentasi tanpa menggunakan dasar keilmuan yang jelas, tapi hebatnya bisa meyakinkan hampir semua yang terlibat diskusi. Saya hanya bisa menahan diri untuk tidak berbicara, karena se-rasional atau se-logis apapun yang saya sampaikan sepertinya tidak akan merubah apapun, malah bisa jadi akan diterima sebagai tukang paido”. Jadi cukup “wait and see” sajalah.

Analogi Ember Bocor
Kalau saya analogikan sumur sebagai sumber data, air disumur tersebut adalah data, dan orang yang ambil air kesumur dan ngisi air ke ember adalah orang yang ambil data kesumber dan input data ke aplikasi database, kemudian ember adalah aplikasi database-nya.
Mari dikemon kita analisa dan urai satu-persatu. 😀

– Sumur
Klo sumurnya gak ada airnya, data gak ada, selesai perkara, langsung buyar. 😀 Tapi klo airnya ada, data ada, lanjut.

– Air
Bagaimana kualitas airnya, buruk, sedang atau bagus. Misal air kualiasnya sedang, data kualitasnya sedang, lanjut. Jangan tanya parameternya dulu.

– Orang yang ambil/ngisi air.
Bagaimana kemampuan orang yang ambil/ngisi air ke ember, buruk, sedang atau bagus. Misal kemampuannya sedang, kemampuan ambil/input data sedang, lanjut. Jangan tanya parameternya dulu.

– Ember
Ember kondisi bagus, aplikasi database bagus, selesai perkara. Tapi kalau embernya bocor??? 😀 Apa yang harus dilakukan? ditambal? beli baru? atau?

Pertanyaan bodoh saya : “Jika orang mau ambil air, tapi embernya bocor, apalagi bocornya besar, kira-kira tetep langsung ambil air, atau bagaimana dulu?”

Tapi ingat, memperbaiki aplikasi database tidak semudah memperbaiki ember bocor, ini hanyalah sebuah analogi.

#keepSmart #openHeart #openMind

Jika Maling [merasa] Benar

Alkisah, Pak Wo sekeluarga pergi piknik keluar kota, tak lupa beliau menitipkan rumah dan kuncinya kepada sang pembantu. Pada suatu malam, rumah Pak Wo dibobol maling dan baru ketahuan pagi harinya oleh sang pembantu. Pak Wo pun segera pulang, dan segera melaporkan kejadian itu ke polisi. Pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan, singkat cerita si maling akhirnya tertangkap. Akhirnya si maling di interogasi :

Polisi    : “Kamu mencuri di rumah Pak Wo?!!!”
Maling : “Tidak pak!”
Polisi    : “Ayo ngaku!!!
Maling : “Tidak pak!”
Polisi   :”Kamu ngaku tidak??!!” (sambil menggebrak meja)
Maling : “Iya pak, saya ngaku mencuri!”
Polisi   : “Kenapa kamu mencuri!”
Maling : “Ya salah sendiri pak, pagar dan pintunya bisa saya buka pak!”
Polisi  : ….. dst.

dari kisah diatas, siapa kira-kira yang bersalah?
1. Pak Wo
2. Pembantu
3. Maling
4. Polisi

silahkan dikomen, analisa dan jawaban yang paling keren [menurut] Pak Wo, akan mendapatkan hadiah menarik! 🙂

#keepSmart

 

Calendar

December  2018
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31